Pengalaman Ujian CPNS Kemenkumham


Mengikuti ujian CPNS bukan kali pertama untukku. Sejak lulus kuliah Agustus 2008 lalu, mencoba peruntungan di dunia pemerintahan telah kulakukan. Selama beberapa tahun mencoba di berbagai departemen yang berbeda, namun memang belum rezeki untuk diterima di sana. Ada yang tak lolos di tahap pertama administrasi, ada pula saat tes tertulis, ada juga saat psikotest, bahkan ada pula sudah berada pada tahap akhir wawancara. Pengumuman hasil ujian pun beragam, ada yang dishare keseluruhan peserta yang lulus atau ada pula yang hanya memasukkan nomor peserta kemudian akan muncul lulus atau tidaknya peserta tersebut.

Apakah itu semua membuat patah semangat? Tentu tidak, walaupun kadang sifat pesimistis itu muncul. Kegagalan yang dialami berkali-kali itu kini sudah menjadi hal yang biasa bagiku. Hingga ada yang menawarkan jasa dengan membayar sejumlah uang agar dapat lulus CPNS. Tetapi mohon maaf, mimpiku untuk menjadi seorang abdi negara yang jujur. Bila masuknya saja seperti sudah ‘nyogok’, bagaimana bila sudah bekerja nanti? Halalkah uang yang diterima?

Tetap berusaha mencari informasi mengenai CPNS itu yang kulakukan, terutama di grup facebook, yang informasinya cukup update. Meski setiap tahunnya banyak kementerian/departemen yang banyak buka lowongan CPNS namun tetap memfilter dari jurusan yang diambil saat kuliah. Maklum saja, jurusanku agak jarang untuk lowongan CPNS.

Melihat info di group tersebut, Kementerian Hukum dan HAM sedang membuka lowongan. Langsung aku melihat formasi dan kualifikasi pendidikan. Mataku tertuju pada formasi Pemeriksa Dokumen Imigrasi, dengan kuliafikasi pendidikan Sarjana Ilmu Pengetahuan Sosial dan Politik, salah satunya. Administrasi Niaga, jurusanku masih termasuk Fakultas tersebut. Saatnya kembali mencoba.

Melihat persyaratan administrasi ternyata masih banyak yang mesti dipersiapkan. Tanpa berpikir panjang, langsung meminta izin untuk mengurus kelengkapan berkas. Setengah hari  cukup pikirku. Memperpanjang SKCK di Polres Jatinegara, membuat kartu kuning di kecamatan Jatinegara dan membuat surat keterangan sehat di Puskesmas Cipinang Cempedak. Karena memang jarak satu tempat ke tempat lain tak terlalu jauh, setengah hari selesai, sesuai dengan perkiraanku. Sementara untuk persyaratan lain, seperti legalisir ijazah dan transkip, masih ada stok. Daftar online kemudian menyusun kelengkapan berkas dalam satu amplop. Dokumen siap dikirim.

Pada hari pengumuman seleksi administrasi, memperhatikan satu per satu nama dan alhamdulillah namaku ada list itu. Tanggal 10 Agustus 2012 diminta hadir ke Sekolah Polisi Wanita di bilangan Ciputat guna memperlihatkan dokumen asli dan mengambil kartu peserta. Sehari sebelum itu, terjadi kebakaran di sekitar rumahku, yang hanya berjarak 3 rumah dari rumahku. Langsung lemas mendapat kabar dari adikku, dan langsung berpikir bila rumahku terbakar lalu bagaimana dengan ijazah dan berkas-berkasku yang lain padahal besok ada pemeriksaan berkas. Alhamdulillah wa syukurillah. Rumahku selamat dari bencana yang menghanguskan 5 rumah itu.

Esoknya aku bisa mengikuti seleksi administrasi. Tiba di lokasi pukul 9. Ternyata sudah mendapat nomor besar. Beberapa saat sebelum nomorku dipanggil, istirahat jumat tiba. Kembali menunggu hingga waktu istirahat usai. Setelah nomorku dipanggil, absensi dan pemeriksaan identitas diri kemudian dengan ukur tinggi dan berat badan. Saat akan memasuki pemeriksaan dokumen asli, aku ditegur karena saat itu memakai kaos. Tapi syukurlah aku diperbolehkan masuk dan akhirnya mendapatkan kartu peserta sekitar pukul 2 siang. Ada satu hal yang menarik saat pemeriksaan berkas, teman barenganku terlihat bermuka merah, menangis. Setelah kuketahui dari om dan tantenya yang mengantar ternyata dokumennya tidak disetujui, terkait dengan jurusannya. Pada kualifikasi pendidikan tertulis Manajemen sedangkan temanku Manajemen Keuangan. Meski kemudian tantenya yang maju, tetap tak disetujui. Fair process, pikirku dalam hati.

Proses selanjutnya, tes kesehatan dan kesamaptaan. Aku mendapat giliran di hari kedua. Belajar dari pengalaman sebelumnya, aku datang lebih awal dari seleksi administrasi agar tak mendapat nomor besar. Tiba di lokasi pukul 7 pagi dan tetap saja sudah banyak yang datang. Setelah nomor dipanggil dan dikelompokkan menjadi sekitar 57 orang, mulailah tes kesehatan dan kesamaptaan itu. Dimulai dengan pengukuran tinggi badan kembali, kemudian tes buta warna dilanjutkan dengan pemeriksaan apakah memiliki tato, patah tulang dll. Kemudian dilanjutkan dengan lari di lapangan hitam selama 14 menit. Meski saat itu mendapat giliran jam 12 siang, saat matahari tepat berada di atas kepala kita tapi alhamdulillah dapat 6 putaran kalau tak salah hitung. Tes berikutnya dilanjutkan setelah ishoma. Tes berikutnya adalah push up. Setelah diberi contoh oleh polwan, barulah kami mengikutinya. Sikap push up yang sempurna. Bila tidak seperti yang dicontohkan maka tidak mendapat satu nilai. Kemudian dilanjutkan dengan sit up. Rasanya badan ini sudah tak sanggup lagi. Namun masih ada tes terakhir yaitu shuttle run. Selesai untuk tahap ini dan hasilnya dapat dilihat di website kemenkumham.

Melihat hasil pengumuman tes kesehatan dan kesamaptaan, alhamdulillah namaku ada di list itu. Lanjut tes tertulis. Masih bertempat di Sepolwan, kami mengikuti tes tertulis. Tak lupa meminta doa dari kedua orang tuaku, berangkatlah aku pagi-pagi sekali. Diminta hadir pukul 7 pagi dengan memakai atasan putih dan bawahan gelap. Yang menarik pada ujian ini adalah pakaian harus putih polos dan bawahan gelap serta memakai sepatu. Bila tidak memenuhi persyaratan tersebut, peserta diminta meninggalkan ruangan dan melengkapi persyaratan tersebut dan dapat kembali setelah memenuhi persyaratan sebelum ujian dimulai. Bahkan hal ini langsung diperiksa oleh Kakanwil sendiri. Hal menarik lain pada ujian tertulis ini adalah dilakukan serentak di seluruh Nusantara. Bahkan tak hanya satu kementrian saja, tapi seluruhnya, sehingga tak ada kesempatan untuk mengikuti lebih dari satu kementrian. Hal menarik lain, tak hanya diawasi oleh pegawai Kementrian tersebut namun ada unsur independen, mahasiswa khususnya UI untuk Kanwil DKI, ombudsman, dll. Baru kali ini aku mengikuti ujian yang seperti ini. Sebelum dimulai ujian tertulis, dijelaskan bahwa baru mulai tahun ini soal ujian tidak dibuat oleh pegawai kementrian tapi dari unsur independen. Tahun percontohan seleksi penerimaan CPNS yang dilakukan secara jujur dan transparan. Alhamdulillah ini adalah mimpiku bahwa akan ada seleksi penerimaan CPNS yang jujur. Pada ujian tertulis ini, terbagi atas 3 bagian: tata negara, eksak/hitungan dan kepribadian. Dan masing-masing bagian diberikan alokasi waktu. Selesai sudah ujian tertulis ini.

Melihat website pada hari yang telah ditentukan, ternyata pengumuman yang dinantikan itu diundur. Setelah beberapa kali mengalami pemunduran waktu pengumumuman, akhirnya tanggal 16 Oktober 2012 pengumuman itu direlease. Pemunduran waktu pengumuman ini disebabkan karena ada beberapa daerah yang belum selesai, hasil seleksi akan diumumkan untuk seluruh wilayah Nusantara. Mencari pada deretan Kanwil DKI bagian Pemeriksa Dokumen Imigrasi, dan alhamdulillah namaku ada. Sontak rasa gembira itu meledak, namun dapat kukendalikan agar teman kantorku tak banyak bertanya. Alhamdulillah, ucapan syukur dan henti-hentinya terucap. Tak lupa memberi kabar kepada orangtua. Mereka pun turut senang. Apa yang menjadi harapanku juga orang tua dapat tercapai. Dari ujian tertulis ini, kita bisa mengecek nilai yang diperoleh. Tak hanya dapat mengecek nilai ujian kita saja, tapi kita dapat mengecek nilai teman-teman kita yang lulus. Bukan karena kita anak siapa, tapi karena berapa nilai kita. Alhamdulillah, seleksi penerimaan CPNS
yang jujur dan transparan seperti yang kuimpikan dapat terwujud. Ini merupakan pijakan untuk membentuk abdi negara yang jujur, amanah dan bertanggung jawab. Alhamdulillah, senang sekali bergabung dengan keluarga besar kementerian Hukum dan HAM. Awali dengan Bismillah, Jaga Integritas, pesan Pak Wamen.

Delete this element to display blogger navbar

 
© KarirBagus.com | Team by KarirBagus.com in collaboration with www.karirbagus.com, and Team KarirBagus.com