Pengalaman Mengikuti Tes CPNS Kemlu



Pembukaan tes seleksi Pejabat Diplomat dan Konsuler Kemlu (tes Kemlu) semakin dekat. Tes masuk Kemlu merupakan tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berbeda dengan Kementerian lainnya karena poin utama nilai ada pada soal essay sehingga memerlukan cara menjawab yang berbeda pula. Oleh karena itu, saya ingin berbagi pengalaman saya dalam mengikuti tes ini.

Apa yang Mesti Dipelajari?
Pertanyaan yang sering keluar adalah mengenai bahan apa saja yang harus dipelajari. Pada dasarnya, materi yang berbau politik internasional yang berhubungan dengan Indonesia yang sering keluar. Untuk mempelajari materi-materi tersebut dapat dengan membuka website Kemlu dan membuka website media seperti The Jakarta Post, The Economist, dan Foreign Policy.

Topik-topik yang kemungkinan keluar adalah:
1. Wawasan nusantara
2. Politik luar negeri bebas aktif
3. ASEAN
4. Indonesia di Organisasi Internasional (terutama PBB, WTO, OKI, Gerakan Non Blok dan APEC)
5. Isu-isu ekonomi seperti G-20
6. Isu-isu domestik seperti masalah pengungsi dan Papua.
7. Interfaith dialogue
8. Bali Democracy Forum

Pelaksanaan Tes
Tes Kemlu terdiri dari 4 tahap yaitu:
1. Seleksi Administrasi
Memeriksa kelengkapan dokumen2. Dokumen yang diperlukan dapat dibaca di pengumuman lowongan. Biasanya yang diminta adalah fotokopi dokumen yang sudah dilegalisir (kecuali kalau ditulis diminta yang asli ya). Biasanya minimal IPK pada jenjang S1 adalah minimal 2,75; apabila S2 dan S3 adalah minimal 3.

2. Tes Tertulis
Tes ini terdiri dari soal berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
a. Tes Bahasa Indonesia yang bobotnya 40% terdiri dari:
i. Pilihan ganda
ii. Isian
iii. Essay (5 soal)
b. Tes Bahasa Inggris yang bobotnya 60% terdiri dari 5 soal essay saja.

Ketika saya mengikuti tes (tahun 2009), soal yang keluar seperti apakah pengiriman TKI masih perlu atau tidak, legalitas hukuman mati di Indonesia, pengertian politik bebas aktif, pencipta lagu ASEAN, dan alinea 4 Pembukaan UUD 1945.

Saya menyarankan untuk mengisi essay bahasa Indonesia terlebih dahulu, kemudian bahasa Inggris, baru kemudian Isian dan Essay. Oh, ya bagi S1 dapat memilih 3 soal essay, S2 dapat memilih 4, sementara S3 harus mengisi semuanya. Pilih yang kira2 dikuasai dan dijawab dengan analisis yang lengkap selengkap-lengkapnya.

Pengumuman hasil tes tertulis ini biasanya 1 bulan setelah waktu pelaksanaan tes soalnya semua jawaban tes diperiksa satu persatu oleh Diplomat Kemlu.

Tingkat kelulusan di tahap ini termasuk kecil. Saat saya tes dari 7000-an orang yang tes, yang lolos hanya seribu kurang dikit saja. Oleh karena itu, selain memastikan materi telah dikuasai dengan baik, jangan lupakan kerapian tulisan anda dan doa.

3. Tes Bahasa
Kalau sudah lolos tahap tes tertulis, maka tes selanjutnya adalah tes bahasa. Kamu bisa memilih test bahasa dari bahasa Arab, China, Jepang, Perancis, Spanyol, Rusia, dan tentunya Inggris. Kira2 90% dari yang melamar Kemlu memilih tes bahasa Inggris.

Saat saya tes, tes yang saya ambil adalah tes bahasa Inggris. Bentuk tesnya memakai tes EPT dari LIA (mirip dengan TOEFL yang paper based tetapi minus ujian writing-nya). Agar kemungkinan lolos tes ini makin besar, pastikan TOEFL Paper Based-nya minimal 550. Bisa mencoba ke LIA (minta tes EPT yang biasa dipakai DEPLU) sebelum tes resminya dilakukan.

Mengambil tes bahasa lain juga bias dilakukan kalau kamu merasa ahli. Jangan ambil tes bahasa lain kalau kemampuan masih di level dasar. Hal ini karena ada banyak anak sastra yang juga ngambil tes Kemlu dan kemampuan mereka di bidang bahasa yang diujikan tersebut biasanya lebih tinggi (sudah belajar bertahun-tahun tentunya). Kalau merasa Bahasa Inggrisnya sudah jago sementara bahasa lain masih tingkat dasar, ambil yang Bahasa Inggris saja. Yang lolos di tahap ini biasanya 50% dari yang ikut tes.

4. Tes Tahap Terakhir
Tes ini terbagi jadi 4 bagian dalam waktu 4 hari, yaitu:
a. Tes Kemampuan IT
Soalnya cukup mudah, berisi kemampuan menggunakan Microsoft Office dan pengetahuan umum komputer. Tes berbentuk tulisan dan bukan praktek. Jangan kaget apabila ada soal yang isinya mengenai langkah-langkah melakukan prosedur tertentu di komputer.

b. Tes Psikotes Tertulis
Ada banyak jenis tesnya ; dari menggambar pohon, tes Pauline (ketahanan kerja), dll. Karena waktunya 1 hari dan padat, siapkan stamina yang cukup sebelum tes dilaksanakan.

c. Tes Wawancara Psikologi
Tes dilakukan dalam bentuk wawancara. Pertanyaan yang ditanyakan biasanya berkaitan dengan pekerjaan terdahulu (kalau sudah pernah bekerja), penyelesaian dalam menghadapi skenario tertentu dalam pekerjaan, dan hal2 semacamnya.

d. Tes Wawancara Substansi
Yang wawancara itu Eselon 2 ke atas, ahli2 hubungan/hukum internasional, dan duta besar. Materi yang ditanyakan kurang lebih sama seperti tahap tes tertulis.

Dalam hal bersikap, bersikaplah sopan dan banyak senyum dengan pewawancara, apabila tidak setuju jangan langsung bilang tidak, agak sedikit memutar tapi intinya bilang keberatan dengan poin dia (diplomat never said “no” directly) dan kemudian sampaikan posisi anda secara persuasif. Apabila tidak tahu, bilang saja “kurang informasi". Jangan ngotot untuk menjawabnya.

Pertanyaan yang selalu keluar, selain pertanyaan yang berbau substansi adalah pertanyaan mengenai motivasi menjadi diplomat di Kemlu. Saat saya tes, pertanyaan ini keluar langsung pada saat yang pertama.

Tips umum
Tips-tips umum yang dapat saya berikan adalah
1. Datang ke tempat tes 1 jam sebelum tes dimulai, jangan telat!;
2. Siapkan semua peralatan dan perlengkapan tes (alat tulis, kartu peserta ujian, pas foto 4x6, 3x4) secara lengkap;
3. Berpakaian rapi (no jeans dan kaos);
4. Banyak bergaulah dengan peserta tes lain untuk mencari bocoran pertanyaan wawancara, soalnya pertanyaan wawancara kurang lebih sama;
5. Jagalah kesehatan; dan
6. Berdoalah yang khusyuk.


(dari berbagai sumber)

Delete this element to display blogger navbar

 
© KarirBagus.com | Team by KarirBagus.com in collaboration with www.karirbagus.com, and Team KarirBagus.com