Try Out CAT CPNS 2019 HOTS

GRATIS
Silakan klik disini
(Maaf Sudah ditutup. Tunggu info kami selanjutnya)


Pengalaman Ujian CPNS Kemenlu, Kominfo dan Prop. DIY




Saya sendiri mengikuti beberapa tes seleksi CPNS di tahun 2009. Saat itu, saya mencoba peruntungan saya dengan mengikuti tes CPNS Kementerian Luar Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan di Prov. DIY. Berhubung sudah agak lama, tidak banyak yang saya ingat. Tapi saya akan coba berbagi pengalaman sebisa saya.

Pertama, tes CPNS Kementerian Luar Negeri. Ini merupakan kali pertama saya mengikuti tes CPNS. Seingat saya, saat itu Kemlu merupakan kementerian yang membuka penerimaan CPNS paling awal, sekitar bulan Agustus. Tes dibagi menjadi tiga bagian dengan sistem gugur: tes tertulis substansi, tes bahasa, dan tes wawancara.

Saat itu saya kira yang dimaksud tes tertulis substansi adalah tentang ilmu HI. Saya ingat, malam sebelum tes saya mempersiapkan diri dengan membaca buku Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Ternyata dugaan saya salah besar. Materi tes substantif ternyata justru seputar UUD, sejarah singkat diplomasi Indonesia (seputar KAA, KMB, ASEAN, dan hal-hal lain yang diajarkan di buku Sejarah SLTP/SMA), serta isu nasional dan internasional terbaru.

Jadilah saya gagal pada tes tahap pertama. Memang saat itu saya sama sekali tidak mencari informasi seputar tes CPNS Kemlu. Belakangan saya baru tahu bahwa ternyata ada banyak diplomat muda yang menceritakan pengalaman tes CPNS Kemlu di blog-blog mereka. (lihat blog ini, ini, atau ini).

Tes CPNS Kemlu setidaknya membawa hikmah: saya jadi tahu gambaran materi tes CPNS. Sayapun mulai mempelajari UUD 1945, menghafal pembukaannya, amandemennya, mempelajari kembali buku pelajaran sejarah, terutama kejadian-kejadian seputar kemerdekaan Indonesia dan hal-hal penting pada awal kemerdekaan, dsb. Usaha saya ini rupanya bermanfaat dalam seleksi CPNS kedua yang saya ikuti: tes CPNS Kemenkominfo.

Tahapan tes masuk Kemenkominfo, di luar seleksi administratif, hanya dibagi menjadi dua tahapan: tertulis dan wawancara. Seingat saya materi ujian tertulis berisi tentang seputar UUD 1945, UU yang mengatur tentang informasi, kejadian penting di awal kemerdekaan RI, teknologi informasi, psikotes, dan bahasa Inggris. Soal-soal teknologi informasi, psikotes dan bahasa Inggris bagi saya relatif mudah, sementara materi yang lain telah saya pelajari berkat pengalan tes di Kemlu. Sayapun sukses menembus tes tertulis.

Namun pada tahapan tes CPNS Kemenkominfo kedua, yaitu wawancara, saya kembali melakukan kesalahan yang sama seperti yang saya lakukan ketika akan tes di Kemlu: tidak belajar. Saya bahkan tidak membuka website Kemenkominfo dan mencari tahu apa tugas kementerian yang satu ini. Saya baru menyadari kecerobohan saya ketika di ruang wawancara, pejabat pewawancara mengajukan pertanyaan pertamanya: "Apa yang anda ketahui tentang Kementerian Komunikasi dan Informatika?" Saat itu juga saya tahu bahwa saya tidak akan lolos.

Pengalaman tes CPNS ketiga adalah seleksi masuk Pemprov. DIY. Hanya ada satu kali tahapan tes masuk untuk menjadi CPNS di DIY, yaitu tes tertulis. Materi yang diujikan meliputi tes kemampuan dasar, pengetahuan umum, skolastik, skala kematangan, bahasa inggris dan teknologi informasi. Soal tes skolastik dan kematangan dapat dipelajari dari soal-soal di buku psikotes yang banyak dijual di toko buku, materi bahasa Inggris mirip dengan tes TOEFL, sedang teknologi informasi akan mudah anda kerjakan kalau anda terbiasa mengoperasikan program-program Microsoft Office. Tes kemampuan dasar dan pengetahuan umum seingat saya berisi soal-soal tentang UUD 45, sejarah, dan isu nasional terbaru.

Saya tidak mengalami banyak kesulitan mengerjakan soal-soal seleksi masuk CPNS DIY. Mungkin karena saya telah belajar dari pengalaman-pengalaman tes sebelumnya. Hasilnya, saya dinyatakan lolos.

Pengalaman-pengalaman di atas mengajari saya satu hal: belajar dan persiapkan diri sebelum mengikuti tes apapun. Carilah informasi sebanyak-banyaknya. Toh kita hidup di abad informasi. Nyaris semua informasi dapat kita cari hanya dengan mengetikkan kata kunci di Google.

Selain mencari informasi mengenai proses dan soal tes, sebaiknya anda juga mencari informasi seputar pekerjaan yang akan anda jalani nanti jika anda lolos seleksi. Pastikan bahwa anda memang benar-benar ingin menjadi PNS. Banyak orang mengidamkan menjadi PNS. Tapi bukan berarti menjadi PNS cocok untuk semua orang. Saya punya banyak teman yang akhirnya memutuskan keluar dari PNS karena merasa tidak cocok menjadi birokrat. Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang pengalaman bekerja di instansi tempat anda akan bekerja nanti, bukan hanya plus-nya, tapi juga minus-nya.

Tapi jika menjadi PNS memang impian anda, sebaiknya mulailah mencari informasi mengenai pendaftaran CPNS. Jika takut ketinggalan informasi, mendaftarlah ke situs-situs dan mailing list penyedia informasi lowongan pekerjaan. Biasanya pada situs semacam ini anda bisa mendapatkan layanan informasi yang dapat anda ikuti baik via akun email, facebook maupun twitter anda.

Carilah lowongan CPNS yang menyediakan formasi yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan anda. Jangan lupa persiapkan diri anda dengan sebaik-baiknya. Anda tidak pernah tahu seberapa berat pesaing anda nanti.

Sistem seleksi CPNS mirip dengan ujian UMPTN. Para peserta berebut untuk mengisi sejumlah posisi yang ditawarkan. Misal, jika suatu formasi dibuka untuk 2 orang, maka 2 orang dengan nilai tertinggi yang akan lolos. Ini membuat tingkat kesulitan menembus suatu formasi berbeda-beda. Misal, formasi yang dibuka untuk S1 Ekonomi biasanya memiliki pesaing lumayan banyak, karena saat ini banyak sekali universitas yang membuka Fakultas Ekonomi. Sebaliknya, posisi yang khusus dibuka untuk S1 Pustakawan biasanya relatif sedikit pesaing karena hanya ada sedikit sekali orang dengan kualifikasi pendidikan yang sesuai. Bahkan terkadang untuk formasi-formasi dengan background pendidikan yang unik, jumlah posisi yang ditawarkan bisa lebih besar dari jumlah pendaftar.

Ada baiknya mendaftar di lebih dari satu tempat sehingga anda memiliki kemungkinan lebih besar untuk lolos. Jika anda lolos, syukur. Tapi jika anda gagal, anggaplah seleksi yang telah anda lewati sebagai semacam try out atau latihan. Jangan sia-siakan kegagalan anda. Belajarlah dari kegagalan. Ingatlah soal-soal yang anda tidak tahu jawabannya. Setelah selesai tes, cobalah pelajari hal-hal seputar topik soal yang ditanyakan tadi. Siapa tahu pengetahuan tersebut berguna untuk mengerjakan tes pada lain kesempatan.

Tips terakhir, dan barangkali juga tips paling penting, luruskan niat anda untuk menjadi PNS. Niatkan untuk bekerja mencari penghidupan yang halal untuk keluarga, niatkan untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan negara, atau niatkan untuk niatan-niatan lain yang baik. Jangan sekali-kali bergabung dengan PNS jika niat anda hanya ingin mencari kesempatan untuk korupsi atau mendatangkan kekayaan dengan cepat. Niat baik insyaAllah akan menjadi doa yang menghasilkan hasil yang baik pula.

Delete this element to display blogger navbar

 
© KarirBagus.com | Team by KarirBagus.com in collaboration with www.karirbagus.com, and Team KarirBagus.com